Home Terbaru Media Pemerintah Korut: Demam ‘Eksplosif’Akibatkan Kematian Pertama Corona

Media Pemerintah Korut: Demam ‘Eksplosif’Akibatkan Kematian Pertama Corona

Terbaru www.ondebat.com terkini video May 15, 2022 4:10 am

Korea Utara, Hari Jumat (13/5), melaporkan kematian pertamanya terkait Corona, sehari setelah negara itu mengakui adanya wabah virus corona di sana. Korea Utara serta mengatakan ratusan ribu orang menderita demam yg tidak diketahui asalnya sejak akhir April.

Kantor kabar resmi Korea Utara, KCNA, mengatakan satu berasal dari enam orang yg meninggal menunjukkan gejala menderita subvarian omicron BA.2. sampai 187.800 pasien sedang “diisolasi dan juga serta dirawat” termasuk 18.000 kasus yg tercatat di seluruh negeri cuma sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Tanaman anti layu, LEGO luncurkan koleksi Botanical

Ini merupakan pelaporan yg tidak terduga berasal dari negara yg sebelumnya bersikeras tidak memiliki kasus Corona. Korea utara selama berbulan-bulan serta menyiarkan usaha desinfeksi di TV pemerintah disertai ringkasan kabar tentang bagaimana “virus berbahaya” melumpuhkan bagian yg lain berasal dari dunia.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kamis, saat mengunjungi markas besar pencegahan epidemi darurat yg dikelola pemerintah mengecam sistem negaranya memiliki “titik rentan,” dan juga serta mengatakan ibu kota menjadi pusat penularan.

Baca Juga :  [Ondebat] - SUDAH GERAM MAKSIMAL ! ANDREA DOVIZIOSO SEBUT MESIN M-1 YAMAHA TERBURUK SEPANJANG SEJARAH M0T0 GP !

Ada dua perayaan penting di Korea Utara selama bulan April, yaitu peringatan 110 Tahun kelahiran pendiri Korea Utara Kim Il Sung pada 15 April, disusul 10 hari kemudian, peringatan Hari Yayasan Militer ke-90. Peristiwa itu menarik kerumunan massa besar-besaran tanpa masker di ruangan-ruangan sempit di Pyongyang, yg sekarang menjadi pusat gelombang infeksi.

Baca Juga :  [Ondebat] - ketika punya teman tukang ngadu ke guru di kelas #shorts

Laporan situasi Corona terbaru KCNA itu mengindikasikan bahwa kurang berasal dari separuhnya berasal dari sekitar 350.000 orang, yg jatuh sakit karena penyebaran demam “eksplosif” telah pulih. Para pakar khawatir jumlah sebenarnya orang yg terkena akibat lebih tinggi. [my/pp]

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video selengkapnya :